Perkembangan Teknologi Telekomunikasi

Kovergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran yang merupakan kegiatan penyediaan jasa dan melalu media transimisi yang sama

DECT Standart Cipher

DECT merupakan singkatan dari Digital European Cordless Telecommunications yaitu standard komunikasi digital yang umumnya digunakan untuk menciptakan system telepon tanpa kabel. DECT Standar Cipher adalah enkripsi standar, digunakan dalam ponsel untuk

Global Positioning System

GPS adalah system untuk menentukan posisi dipermukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit. Global Positioning System merupakan sistem koordinat global yang

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 28 Mei 2012

GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)


 GPS adalah system  untuk menentukan posisi dipermukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit.  Global Positioning System merupakan sistem koordinat global yang dapat menentukan koordinat posisi benda dimana saja di bumi baik koordinat lintang, bujur, maupun ketinggiannya.


 GPS terdiri dari tiga buah segmen yaitu segmen luar angkasa (Satelit), pengendali (stasiun control dan monitoring segmen), dan pengguna (Receiver dan user). Yang ketiganya saling terhubung membentuk system perangkat GPS. Aplikasi GPS dapat digunakan sebagai pemetaan, navigasi, tracking, dan lain sebagainya.
 Sistem GPS dapat memberikan data koordinat global secara detail karena didukung oleh informasi dari 24 satelit yang ada pada ketinggian orbit sekitar 11.000 mill di atas bumi. Sekitar maret 2008 ada 33 satelit yang mengorbit dan membentuk konstekasi satelit untuk jaringan GPS  bekerja. 31 satelit mengambil berita sedangkan 2 satelit sudah tidak bekerja lagi. Dan biasanya hanya 24 satelit dibutuhkan untuk melakukan konstelasi. Satelit ini menyediakan informasi dasar dalam waktu,ruang,jaringan, posisi dunia, membantu satelit pada kondisi ephiorsmeric dan tropospheric meskipun signal dating dari satelit.



 Satelit mengirimkan data ke bumi, dia hanya mengirim ke reciever dan reciever-mu tidak harus mengirimn signal kembali ke satelit. data dikirim ke recievermu itulah yang disebut almanac, almanac adalah bagian dari GPS yang berisi altitude, langtitude, kecepatan graph, apapun yang di ketahui satelit akan terdata di almanac. Almanac menyediakan informasi mengenai waktu dan status satelit. Dengan Almanac terdapat ephimeris yang memberikan informasi orbit dari satelit, dan memungkinkan reciver mengukur jarak satelit. Informasi ini diterima sangat lama dari reciver ke receiver waktu transmisi data sekitar 40bit/second sehingga membutuhkan waktu 12,5 menit untuk mengambil data yang dikirrim.

Cara Kerja GPS

Dalam menentukan lokasi di bumi, setidaknya kita membutuhkan tiga bola satelit di atas bumi tetapi untuk informasi yang lebih jelas dan detail kita membutuhkan empat buah satelit.
Setiap satelit yang terdeteksi pada GPS akan dikirimkan data berupa signal, GPS akan mengetahui satelit mana yang seharusnya diberikan signal karena GPS secara acak akan menguji setiap signal dengan pseudo random yang di hasilkan satelit. Signal pseuodo random ini juga dihasilkan GPS itu sendiri dan setelah beberapa waktu kemudian GPS akan berusaha mengsinkronisasikan antara sinyal yang dating dari satelit maupun yang dihasilkan dari GPS itu sendiri. Beberapa saat setelah sinyal dikirimkan dari satelit GPS akan bisa sangat akurat menentukan lokasimu di atas permukaan bumi. Receiver menunda sinyal pseudo random bit pattern untuk mensinkronisasikan dengan satelit, lama penundaan itu digunakan untuk menghitung jarak satelit. Bersamaan juga untuk menentukan posisimu di atas permukaan bumi akan sedikit lama karena GPS tidak memiliki sistem waktu untuk menentukan arah mata angin sehingga harus menunggu data dari satelit.
GPS dapat memetakan posisi letak melalui proses triangulation, dasarnya adalah dengan mengukur lamanya sinyal sampai ke transciever itulah jaraknya. Dengan mengunci minimal 3 sinyal satelit yang berbeda, maka GPS receiver dapat menghitung posisi tetap sebuah titik, yaitu koordinat posisi lintang dan bujur (latitude&longitude). Penguncian sinyal satelit yang ke 4 membuat pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi ketinggian titik tersebut terhadap muka laut.  Maka jika kamu telah mengetahui posisi satelit dan lama waktu sinyal sampe ke kamu maka kamu akan dapat mengetahui posisi reciever. Masalahnya adalah atmosfir mengakibatkan ditorsi sehingga sinyal tidak bergerak lurus karena terpantul, sama halnya seperti cahaya yang melewati kaca. Sehingga reciever beranggapan posisi satelit lebih jauh dari seharusnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan differential correction signal (RTK), yaitu dengan menghitung berapa lama delay sinyal yg sampai dari stelit. untuk itu juga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu, dengan memancarkan signal beacon dari bawah dan menggunakan satelit. Hal ini digunakan untuk navigasi udara.
Konsep dasar pada RTK adalah base station memonitor signal yang masuk dari GPS satelit, pengiriman data bisa melalui beberapa media seperti satelit, radio atau internet. Masing-masing media memiliki pengaruh sendiri, maka satelitlah yang paling handal dalam mengkoreksi data. Terkadang pengiriman data terganggu adanya dinding atau lainnya, atau bisa juga dengan menggunakan radio link tapi terkadang jikia pengguna gps berada di lembah maka akan terjadi kerusakan data, unutuk itu dapat menggunakan repeater sehingga sinyal dapat dikirim lebih baik.
 GPS receiver juga akan terus mencari sinyal satelit sehingga mendapat 10 sampai 12 satelit sekalgus. Tambahan channel sinyal satelit ini dapat diolah sehingga data koordinat yang diperoleh akan lebih cepar terpercaya serta akurasinya lebih baik.


REFERENSI
1.      http://id.wikipedia.org/wiki/GPS
3.      How GPS works‏ - YouTube
4.      ‪GPS Video 1 - GPS Basics‏ - YouTube
5.      ‪GPS Video 2 - RTK‏ - YouTube

Sabtu, 26 Mei 2012

ICT Broadband Pembangkit Ekonomi & Membangun Jiwa dan Potensi Kewirausahaan



Telekomunikasi kini bergeser menjadi salah satu kebutuhan  primeer. Peranannya dalam pembangunan peradban umat manusia tidak bisa diabaikan. Bahkan kualitaas suatu bangsa dapat diukur melalui tingkat kemajuan telekomunikasi bangsa tersebut. Kemajuan dari bida ng Telekomunikasi didukung oleh banyak factor, diantaranya ada kemajuan yang sangat pesat dibidang ICT.
ICT yang merupakan kependekan dari Information and Communication Technologies yang dalam bahasa Indonesia adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). ICT merupakan wadah dari serangkaian terminology yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses sampai menyampaikan informasi. Teknologi Informasi adalah segala sesuatu yang meliputi semua proses dalam pengunaan alat bantu, dan penggunaan informasi. Sedangkan Teknologi Telekomunikasi adalah segala sesuatu yang  berkaitan dengan proses pengiriman informasi dari satu perangkat ke perangkat lainnya. ICT dalam arti luas adalah serangkaian proses manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah ini muncul pada Abad ke-20 yaitu pada saat muncul perpaduan antara teknologi computer dengan teknologi kumunikasi.
Jaringan Broadband adalah jaringan yang memiliki bandwith yang lebar sehingga memiliki kulaitas yang tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi broadband kita dapat mengakses suatu informasi akan lebih cepat, bahkan tidak hanya informasi, tetapi semua fasilitas yang jika penerapannya dilalakukan secara digital dan terhubung maka kebutuhan kita akan lebih cepat kita peroleh, dengan memanfaatkan teknologi broadband sebagai media akses penghubung antara user atau pengguna dengan kebutuhan akan layanan yang diinginkannya.

ICT Broadband sebagai Pembangkit Ekonomi
Pengalaman di berbagai negara membuktikan Information and Communication Technology (ICT) telah memainkan  peranan yang penting, baik sebagai sektor produksi-ICT maupun sektor pengguna-ICT. Kebijakan ekonomi setiap negara juga telah mengalami pergeseran paradigma dari semula mengandalkan pada sumber daya alam, kini bergeser pada ekonomi baru atau lazim disebut dengan information economy, dan menentukan keunggulan suatu negara dalam berkompetisi di arena global. Bila peran penting ICT dikaitkan dengan upaya menjadikannya tulang punggung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka peningkatan perekonomian seperti halnya di Indonesia melalui pemanfaatan ICT tidak akan maju dengan cepat bila tidak didukung oleh seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat.
Dengan memanfaatkan teknologi broadband yang dapat menjamin sampainya informasi atau data yang kita inginkan dengan sangat cepat, maka dapat membentuk suatu aplikasi atau layanan baru yang tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapanga pekerjaan. Beberapa layanan broadband yang dapat dimanfaatkan adalah :
1.      Video on Demand
2.      Game Online
3.      IP TV
4.      E-commerce
5.      Cloud Computing
Bahkan secara lebih mendalam atau perkembangan yang lebih luas, kita dapat memanfaatkan teknologi broadband ini sebagai perantara pemesanan barang, bekerja jarak jauh, dan belajar jarak jauh. Dalam perkembangannya diharapkan dapat melahirkan kemudahan dalam berirentaksi antara penjual dan pembeli dengan mudah walapupun tidak langsung bertemu, hal ini juga memungkinkan melakukan diskusi atau melaksanakan rapat di tempat yang berbedadengan memanfaatkan video dan akses yang sangat cepat, semua ini merupakan teknologi yang sangat mungkin untuk diterapkan.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah e-commerce yaitu satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melaui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Dibeberapa Negara menunjukkan kecepatan perkembangan teknologi akan memberikan konstribusi yang kuat pada perkembangan ekonomi sehingga menghasilkan pendapat nasional yang tinggi tentunya hal ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Membangun Jiwa dan Potensi Kewirausahaan
Dalam hal upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi selain dalam bidang ICT juga harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang akan menghasilkan potensi potensi baru kewirausahaan yang ada di Indonesia ini untuk langkah terbaik bergerak menjadi Negara maju.
Tentunya hal ini akan sangat baik jika dapat berjalan dalam bidang ICT karena pendapatan yang dihasilkan dari bidang ICT merupakan pendapatan yang paling besar dibandingkan dengan jenis kewirausahaan yang lain, tetapi bidang ICT juga membutuhkan biaya yang paling besar khusunya pada hardware atau infrastruktur yang akan membangung jaringan broadband yang tangguh.
Setiap Negara yang ingin maju dibidang ekonomi setidaknya memiliki sebanyak 2% pengusaha dari jumlah semua penduduknya, seperti halnya  pada Malaysia memiliki 2% pengusaha, Singapura 7%, dan Amerika Serikat memliki pengusaha sebanyak 11%, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18% pengusaha. Untuk memperbaiki kualitas ekonomi Negara ini kita harus memiliki 4% pengusaha dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah ini bukanlah suatu yang banyak jika setiap kita memiliki jiwa kewirausahaan, dan menyadari bahwa keuntungan menjadi pengusahan akan lebih banyak jika dibandinkan hanya menjadi sekedar pegawai di pemerintahan atau swasta.
Hal yang menjadi pusat perhatian dalam membangun jiwa keiwarausahaan adalah pada mahasiswa, karena mahasiswa sebagai generasi penerus harus dapat merubah pradigma yang ada mengenai nikmatnya menjadi pekerja yang selama ini telah berkembang, namun hal ini merupakan kesalahan jika dilihat dari keuntungan yang dapat diperoleh jika menjadi seorang pengusaha.
Hal yang menjadi syarat dalam menjadi wirausaha adalah sabar, kemauan yang tinggi, komitmen. Strategi yang dapat digunakan dalam menjadi wirausaha adalah strategi futsal yaitu :
·         Kuasai Lapangan
Pahami keadaan tempat usaha yang akan dibuka
·         Pahami Lawan
Sebagai pengusaha tentu memiliki pesaing bisnis, untuk itu kita harus memahami keuatan dari pesaing – pesaing bisnis agar usaha tetap berjalan. Dengan memahami pesaing kita juga dapat memberikan penawaran yang baik kepada calon konsumen agar usaha yang kita lakukan dapat diterima dengan baik.
·         Bentuk Tim yang Solid
Dalam setiap usaha yang dijalankan pasti membutuhkan tim yang solid untuk membangun usaha yang sedang dibuat, baik dari bagian yang paling rendah sampai yang paling tinggi
·         Strategi Permainan
Kita harus menyiapkan dan menyiasati setiap peluang yang ada dengan sedemikian rupa demi menjamin berlangsungnya usaha yang sedang dibangun dan membangkitkan serta memajukan usaha

Referensi
1.   Materi Stadium General dari Dr Asep Suryana Natawirya, Dr Ridzwan Bakar, Herri    Kusaery
2.   http://yana.staf.upi.edu/2012/04/11/ict-dalam-bebagai-bidang/
3.      http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
4.      http://ronny-ekonomi.blogspot.com/
  

Peranan Teknologi Digital Pada Era Modern

            
Perbedaan utama antara Negara maju dan Negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang pengetahuan dan teknologi di Negara – Negara maju karena didukung olhe system informasi yang mapan. Dan keseluruhan dari setiap perangkat komunikasi dan informasi tersebut menggunakan teknologi digital aga menjamin kualitas data yang dikirim, dan kecepatan data diterima oleh pengguna jika dibandingkan dengan pengguna yang masih mengunakan aplikasi dari teknologi analog.
Istilah digital telah menjadi bagian dari perbendaharaan kata kita sehari-hari. Sistem digital telah menjadi sedemikian luas hampir semua bidang kehidupan, dari komputer, piranti otomatis, robot, ilmu dan teknologi kedokteran sampai kepada transportasi, hiburan, penjelajah ruang angkasa dan banyak lagi.
Sistem Digital adalah sistem elektronika yang setiap rangkaian penyusunnya melakukan pengolahan sinyal diskrit. Sistem Digital terdiri dari beberapa rangkaian digital/logika,komponen elektronika, dan elemen gerbang logika untuk suatu tujuan pengalihan tenaga/energi.
Pada representasi digital kuantitas diwakili secara tidak proporsional tetapi oleh lambang yang disebut digit. Sebagai contoh jam digital yang menampilkan waktu dalam format digit desimal. Rangkaian Digital/Rangkaian Logika adalah kesatuan dari komponen-komponen elektronika pasif dan aktif yang membentuk suatu fungsi pemrosesan sinyal digit.

Kegunaan dan Peranan Teknologi Digital
1.      Bidang Telekomunikasi
Dalam telekomunikasi terdapat istilah komunikasi data yaitu teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner. Bilangan biner tersebut akan membentuk kode-kode yang merepresentasikan suatu informasi tertentu. Teknologi ini memungkinkan kita untuk mendistribusikan Informasi dalam beragam jenis dan dalam jumlah yang banyak secara sekaligus.
Pada saat informasi dipancarkan dalam bentuk sinyal digital, walaupun telah menempuh jarak yang cukup jauh keutuhan data akan tetap terjaga. Sinyal digital tersebut akan melaui serangkaian repeater station (stasiun pengulang) yang berfungsi untuk melindungi dan memperkuat sinyal sepanjang jalur perjalanan transmisi. Gangguan berupa cuaca buruk dan noise tidak akan mempengaruhi transmisi sinyal digital. Hal tersebut terjadi karena, pada repeater station sinyal digital akan mengalami regenerasi. Sinyal-sinyal yang rusak akan digantikan oleh sinyal baru.
Teknologi digital melalui teknologi Integrated Service Digital Network ( ISDN ) atau dalam bahasa indonesia populer dengan sebutan jaringan telekomunikasi digital pelayanan terpadu dapat menghantarkan berbagai informasi dalam sebauh jaringan tunggal. ISDN bisa diibaratkan sebagai sebuah pipa saluran informasi besar yang terdiri dari berbagai komponen informasi yang dapat berupa gambar, data, suara
Peralatan pada teknologi digital membangkitkan produksi massal yang kemudian akan menekan biaya produksi. Alat-alat pada teknologi digital juga lebih stabil, praktis dan memiliki daya tahan yang lama dalam pemakaiannya. Hal tersebut menyebabkan biaya pemeliharaan menjadi lebih sedikit. Hal ini dikarenakan adanya teknologi integrated circuit ( IC) yang kemudian akan lebih dikenal dengan sebutan chips. Benda ini memberikan dampak yang signifikan, karena dengan sebuah chips, teknologi komputer yang sebelumnya harus menggunakan mesin dan komponen yang berukuran besar, berat dan tidak praktis dapat digantikan tugasnya oleh chips tersebut.
Beberapa contoh sistem telekomunikasi yang menggunakan teknologi digital :
·         multiplexing yang menggunakan digitalisasi dalam setiap proses yang dilakukannya. Multipelxing merupakan teknologi yang memungkinkan kita untuk mendistribusikan Informasi dalam beragam jenis dan dalam jumlah yang banyak secara sekaligus. Informasi yang berupa sinyal digital akan di distribusikan melalui sebuah saluran komunikasi tunggal. Nantinya saluran tunggal tersebut akan terbagi lagi menjadi saluran yang lebih kecil dan terpisah, Sehingga, kebutuhan akan konstruksi dan pemeliharaan akan semakin berkurang.
·         Jika suatu data telah mengalami proses multiplexing, maka diterminal lainnya juga pasti akan mengalami proses demultiplexing. Demuliplexing adalah pemisahan data yang telah digabung pada proses multiplexing, artinya data – data tersebut dipisah kembali sesuai dengan tujuan dari masing – masing data.
·         Modem merupakan singkatan dari modulator demodulator, yaitu perangkat yang dapat mengubah sinyal yang diterimanya dari sinyal analog menjadi sinyal digital, sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Proses ini dilakukan agar data dapat dikirim dan tersampaikan ke tempat tujuan dengan benar dan dapat diolah dengan baik.
2.      Bidang Arsitektur
Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang berkembang secara pesat di berbagai bidang. Profesi arsitek juga terpengaruh dan mengalami perkembangan secara progresif dalam mempergunakan teknologi digital untuk membantu proses desain arsitektur hingga ke tahap pembangunan, bahkan memungkinkan arsitek untuk melakukan innovasi desain arsitektur yang kompleks ditinjau dari segi bentuk, struktur, fungsi, material dan lingkungan.
Menurut  Szalapaj (2005) beberapa peran dari penggunan teknologi digital dalam bidang arsitektur adalah sebagai berikut :
·         Sebagai alat bantu merepresentasikan desain arsitektur
·         Sebagai alat bantu simulasi
·         Sebagai alat bantu evaluasi
·         Sebagai jembatan antara proses perancangan ke tahap konstruksi
·         Sebagai penerjemah informasi digital ke dalam proses manufacturing/pembangunan
Secara digital dengan menggunakan bantuan aplikasi, aspek desain seperti struktur, material, dimensi dan properti lainnya dapat diintegrasikan ke dalam pembuatan real time bentuk model 3d digital secara parametrik. Hal ini memberikan kemudahan bagi arsitek dalam membangun geometri dari desain arsitekturnya melalui parameter yang dijadikan input ke dalam applikasi CAD. Sehingga bentuk geometri dapat diubah tanpa harus mengulang proses pembuatannya, melainkan dengan hanya memberikan input yang berbeda kepada parameter dasar yang membangun geometri tersebut.
Proses algorithmic sukses membentuk gubahan geometri yang diharapkan, desainer dapat dengan mudah mengkontrol komponen-komponen yang ada untuk melakukan modifikasi dengan merubah parameter-parameternya.  Sehingga proses eksplorasi, analisa, simulasi dan evaluasi dapat berlanjut secara simultan.
Maka dapat dilihat perbedaannya, apabila arsitek mempergunakan cara konvensional untuk mencapai gubahan geometri yang kompleks, tentunya akan mengkonsumsi waktu yang lebih lama dan sumber daya yang lebih banyak.
Mengacu pada cara ini, adalah sangat mungkin untuk mendapat banyak alternatif desain arsitektur yang akan mengarah pada satu solusi desain arsitektur . Dan sebagai tambahan, arsitek dapat melakukan eksplorasi desain sekaligus memahami proses fabrikasi dan aplikasinya yang pada akhirnya disempurnakan dengan penggunaan aplikasi FEM dan CAM.
Perkembangan alat bantu berupa aplikasi CAD, FEM, CAM dan penggunaan metoda Generative Design dalam proses desain arsitektur bertujuan untuk membantu arsitek dalam mendapatkan solusi desain yang terbaik.  Aplikasi dan metoda tersebut membantu dapat berfungsi sebagai katalis dalam proses desain arsitektur.

3.      Bidang Instrumentasi Pengukuran
Penggunaan multimeter digital dan Osiloskop,. Multimeter digital adalah alat ukur yang sama dengan multimeter biasanya, hanya saja dengan menggunakan teknologi digital, maka hasil pengukuran akan lebih akurat karena hasil pengukuran akan secara langsung ditampilkan pada layar alat ukur tersebut.
Osiloskop digital merupakan alat ukur sinyal listrik yang berada pada wilayah waktu. Secara digital alat ini dapat memberikan hasil pengukuran yang sangat akurat. Dengan menggunakan Osiloskop kita dapat mencari gangguan pada sebuah system rangkaian.

4.      Aplikasi Counter
Pada penerapan sederhana dengan menggunakan serangkaian Flip fliop, dapat dibentuk suatu rangkaian yang berfungsi sebagai memori (register) karena data yang berbentuk bit – bit biner disimpan sementara waktu untuk diproses lebih lanjut lagi. Rangkaian ini seterusnya di ubah dan dimodifikasi sehingga menghasilkan rangkaian counter, yaitu rangkaian yang dapat menghitung jumlah inputannya sebagai hasil dari outputnya, dengan melalui serangkaian proses logika pada gerbang – gerbang logika yang ada di dalamnya. Secara sederhana pemanfaat counter ini dapat dilihat pada penghitung mundur pada lampu lalu lintas, dan secara tingkat lanjut dapat dilihat dari contoh – contoh penggunaannya sebagai berikut :
·         Penghitung langsung
Dengan menggunakan sinyal sensor infrared, counter digunakan untuk mneghitung jumlah benda yang berada di dalam penampungnya. Misalkan counter digunakan untuk menghitung banyaknya kapsul, maka cara kerja nya sebagai berikut Setiap ada kapsul yang memotong sinar infrared sensor akan mengubahnya menjadi sinyal (clock), karena clock ini diumpankan pada clock sebuah counter maka counter akan menghitung atau naik satu. Jadi bila ada 10 kapsul yang memotong sinar maka ada 10 clock yang diberikan oleh sensor dan counter akan menghitung 1 sampai 10.
·         Pengukur Frekuensi
Pada system ini input dalam bentuk sinus diubah menjadi pulsa kotak melalui rangkaian Zero crossing detector, untuk menentukan frekuensi adalah dengan cara membuat rangkaian gerbang AND antara input sinyal (setelah diubah) dengan gelombang kotak dari sebuah osilator presisi 1 MHZ dibagi 106 oleh sebuah pembagi. Dari pembagi akan keluar gelombang kotak dengan frekuensi 1Hz untuk diumpankan pada JK-FF yang difungsikan sebagai T-FF (toggle), sehingga akan memberikan waktu untuk gerbang AND selama 1 detik. Dengan demikian sejumlah pulsa akan keluar dari gerbang selama waktu 1 detik dan diumpankan pada clock dari penghitung, tampilan pada display adalah jumlah pulsa per detik (frekuensi) yang berarti dalam satuan Hz.
·         Pengukur Waaktu
Hampir sama dengan pengukur frekuensi, hanya pada rangkaian ini menerapkan reset pada penghitung untuk memulai penghitungan. Kita ketahui bahwa output JK-FF merupakan clock dengan waktu 1 det (frekuensi 1Hz), sehingga penghitung akan memulai dari 0 dan seterusnya dimana setiap kenaikan hitungan berselisih 1 det.
·         Pengukur Jarak
Dalam system sonar pulsa ditransmisikan dan dibalikan oleh obyek kemudian diterima oleh penerima, dalam hal ini waktu yang digunakan oleh sebuah sinyal mulai ditransmisikan sampai diterima kembali merupakan waktu pengukuran (t detik). Sedangkan sinyal yang dikirimkan bisa berupa cahaya atau suara dimana kecepatan suara atau cahaya sudah kita ketahui (V km/det), maka jarak dapat diukur adalah S = (Vxt) / 2 km.
Pada system ini juga menerapkan pengukuran waktu, untuk start penghitung mulai dari 0 (dengan mereset) penghitung kemudian mulai menghitung naik sampai penghitung distop saat penerima memberikan sinyal 0 setelah menerima sinyal balik. Dan hasil hitungan merupakan pengukuran lintasan sinyal.
·         Pengukur Kecepatan
Pada pengukuran ini prinsipnya juga pengukuran waktu, hanya saja obyek yang diukur kecepatannya disensor pada dua tempat yang jaraknya sudah tertentu. Kemudian start dimulai saat obyek meninggal titik pertama, saat ini penghitung mulkai menghitung dari 0 sampai obyek sampai dititik kedua dan sensor akan menghentikan penghitung. Kecepatan akhirnya dapat ditentukan dengan rumus V = S / t m/det.
Secara tidak langsung system digital telah merubah pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan efesien. Penerapan system digital pada dunia telekomunikasi dapat menghemat biaya  diberbagai sector, mempercepat pengiriman data, dan dapat menggabung beberapa data menjadi 1 paket untuk sekali dikirim. Sistem komunikasi digital juga memilliki kualitas data yang lebih baik, karena dapat dilakukan pengecekan kesalahan dalam transmisi datanya.
Pada bidang arsitektur Perkembangan alat bantu berupa aplikasi CAD, FEM, CAM dan penggunaan metoda Generative Design dalam proses desain arsitektur bertujuan untuk membantu arsitek dalam mendapatkan solusi desain yang terbaik.  Aplikasi dan metoda tersebut membantu dapat berfungsi sebagai katalis dalam proses desain arsitektur. Apabila arsitek mempergunakan cara konvensional untuk mencapai gubahan geometri yang kompleks, tentunya akan mengkonsumsi waktu yang lebih lama dan sumber daya yang lebih banyak.
Pada bidang instrumentasi pengukuran teknologi digital telah member keakuratan yang lebih dibanding penggunan teknologi analog. Sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan. Kesalahan sedikit saja  dalam pengukuran akan sangat berarti dan dapat menimbulkan efek perusakan pada komponen yang diukur.
Disamping mempunyai kompatibilitas yang tinggi dalam integrasi dengan sistem lain, juga adanya kemudahan dalam implementasi secara perangkat keras. Maka system komunikasi digital semakin dikembangkan untuk menghasilkan kemudahan – kemudahan dan efisensi bagi penggunanya.

Referensi
1.      Utom Budic TEKNIK DIGITAL           
2.      http://staffsite.gunadarma.ac.id/ade/index.php?stateid=download&id=12031&part=files
3.      http://ourn0tes.wordpress.com/2010/03/03/teknologi-komunikasi-digital/
4.      http://www.iaijabar.org/ruang-publikasi/1237-teknologi-digital-disain-arsitektur.html

Kamis, 17 Mei 2012

DECT Standard Cipher

DECT STANDARD CIPHER


A.     Pendahuluan
DECT merupakan singkatan dari Digital European Cordless Telecommunications yaitu standard komunikasi digital yang umumnya digunakan untuk menciptakan system telepon tanpa kabel. DECT Standar Cipher adalah enkripsi standar, digunakan dalam ponsel untuk melindungi komunikasi antara handset dan base station yang terkait. 
DECT ini telah banyak di gunakan di Eropa, Autralia,  Negara – Negara di Asia dan Amerika Selatan. Penggunaan pada Amerika Utara terhambat karena adanya peraturan atur regulasi mengenai frekuensi radio. Hal ini memaksa pengembangan dari jenis DECT, yang  disebut dengan DCET 6.0, yang menggunakan perbedaan range frekuensi, teknologinya pada dasarnya identik, tetapi perbedaan dalam penggunaan frekuensi membuat teknologi ini tidak compatible atau tidak cocok dengan system yang lain, meskipun pada satu pabrikan. DECT juga  hampir menggantikan standart di kebanyakan Negara dimana teknologi ini digunakan, dengan Amerika Utara sebagai pengecualian.
Pada umumnya DECT digunakan di rumah dan perkantoran kecil, tetapii juga tersedia dalam banyak system PBX sebagai media untuk bisnis menengah dan bisini besar. DECT dapat juga digunakan selain pada telepon tanpa kabel. Aplikasi Suara, seperti memonitor anak bayi. Data aplikasi juga tersedia, tetapi hampir tertupi dengan adanya Wi-Fi. Teknologi 3G pada system seluler juga cocok dengan DECT dan Wi-Fi untuk suara dan data. Sekarang ini, kita dapat mencari DECT seperti halnya pada remote control untuk aplikasi industry.
pembicaraan melalui telepon nirkabel, yang menggunakan standar DECT (Digital Enhanced Cordless Telecommunications), sangat mudahdisadap oleh hacker. Tak hanya suara. Koneksi data dengan standard DECT pun dapat disadap, seperti Babyfone atau terminal wireless EC-Card yang umumnya digunakan untuk keperluan reservasi di restoran.
Masalah ini bukanlah hal yang baru karena standar tersebut memang sudah sejak lama dinyatakan vulnerable atau berlubang. Hanya saja, selama ini, penyerang harus menggunakan perangkat DECT-Sniffer yang harganya sangat mahal untuk dapat menyadap sebuah pembicaraan telepon.



Untuk mengatasi hal tersebut,maka dibuatlah suatu standarisasi terbaru dari DECT yaitu DECT Standard Cipher. DECT Standard Cipher terdiri atas 64 bit cipher yang tersusun berdasarkan irrregularly clocked LSFR dan non-linear ouput combiner. Cipher menyediakan kerahasiaan komunikasi pada telepon tanpa kabel.
Telepon tanpa kaabel menggunakan DECT standart cipher tersebar secara menyeluruh ke semua teknologi keamanan dengan 90 juta handset baru setiap tahunnya. Akan tetapi, DECT tidak menyediakan keamanan sebagai aplikasinya seperti gagaluntuk menyampaikan kerahasiaan data dan access control.
DECT sebagai keamanan di cover oleh dua algoritama yaitu :
1.      DECT Standard Authertication Algorithm (DSAA) untuk authetikasi
2.      DECT Standard Cipher (DSC) untuk enkripsi data.
Tulisan ini akan membahas mengenai DECT Standard Cipher (DCS) lebih lanjut, dengan tidak membahas DCET Standard Authentication Algorithm (DSAA). DECT Standart Cipher adalah aliran asinkronous cipher dengan gerbang kompleks rendah yang mengambil 64 kunci rahasia dan 35 bit inisialisasi vector, IV, untuk meng-generate keystream. DECT Standart Cipher mirip dengan GSM A5/1 dan merupakan reverse engineered dari peralatan DECT menggunakan combinasi dari firmware dan hardware. Pada awalnya cipher tidak ditutup secara umum.
DECT Standard Cipher kombinasi antara irregularly clock dengan momori. DECT Standard Cipher ini tersusun atas 4 Galois LSFR, Register (R1, R2, R3, R4) dengan panjang 17, 19, 21, dan 23 tergantung seberapa bagusnya memori untuk output combiner. Untuk setiap bit output register R4 dikunci sebanyak 3 kali dimana R1 sampai R3 dikunci sebanyak 2 atau 3 kali. Keputusan clocking ini ditentukan sendiri untuk setiapirregularly clocked register. Keputusan tersebut biasanya berdasarkan 1 dari3 bit terendah dari R4 dan bit tengah clock register yang lain.
DECT Standart Cipher lebih tanggung dibanding A5/1 berdasarkan indicator dari statistic seperti non-linearity of the round dan filter function, key size dan state size. Akan tetapi DECT Standard Cipher digunakan pada DECT didalam proses inisialisasi kurang dari setengah nomor dari sekitarnya ketika dibandingkan dengan A5/1 pada GSM. Nomor – nomor itu diinisialisasi sebagai secutitas metricdari ciphers.



DECT standard cipher dalam penggunaannya pada DECT bisa diimprove dalam beberapa cara, yang paling sederhana adalah dengan menaikkan jumlah dari inisialisasi round. Secara kebetulan, kedudukan terputus pada encripsi untuk DECTcontrol channel secara effective menaikkan jumlah dari proses inisialisasi yang mana sebagai sisi dampak melindungi channel data lebih baik. Sementara pengkuran membuat serangan pada kerahasiaan data lebih sulit, Cipher pada DECT Standart Cipher seperti cipher pada umumnya secara konseptual akan melewati dan tidak akan digunakan sebagai aplikasi keamanan. Teknologi kedepannya diharapkan akan include atau termasuk didalamnya level yang tepat dari kerahasiaan dan kekuatan authetikasi.

B.     High-Performance DSC
DECT Standard Cipher mengoptimasi implementasi hardware dimana LSFRbica di implementasikan kedalam sedikit gerbang logika. Untu meminimalisasi compleksitas dari serangan implementasi, tidak disediakannya fasilitas FPGA atau bahkan membangun ASIC untuk DSC computasi. Optimasi dilakukanuntuk meng-akselerasi serangan termasuk bit slicing dan penggunaan bit vector. Cominasi ini menghasilkan kecepatan 25 kali ketika dibandingkan dengan penggunaan biasa.
Optimasi yang dapat dilakukan adalah dengan cara :
1.      Bit Slicing
Pada optimasi 81 bit DSC disimpan kedalam 81 register, setiap register menimpan 128 bit untuk 128 mesin. Dengan hanya 3 XOR clocking untuk R1bisa menghasilang 128 DECT Standart Cipher dengan sangat cepat. Implementasi bit slicing memiliki kekurangan dimana tidak ada cara yang efesien untuk menaikkan register, secara sederhananya pergeseran 1 bit dari R1, 17 lokasi dari memori telah di copy kedalam ring buffer. Secara kebetulan ketika meng-clock register, peng-copian tidaklah begitu penting dan kombinasi single bisa menambahkan dan menurunkan sebagai fasilitas operasi pergeseran. Optimasi ini digunakanselama key setup dan untuk R4 selama proses.
2.      Bit Vectors
Ektrasi dari candidate keys dari persamaan system lebih dioptimasi melalui penggunaan bit vector, sehingga 64 operasi dibutuhkan untuk menghasilkan 128 64 bit keys, dengan membuat template pertama untuk kunci encoding dari 128 kunci dan menggunakan template ini untuk menghasilkan 128 kunci dimana saja di dalam key-space dengan compleksitasi melebihi jumlah bit (64).

C.     Kelemahan dan Kelonggaran DECT Standard Cipher
1.      Fungsi dengan level dari non-linearity yang rendah
2.      Berkurangnya jumlah putaran sebelum kunci pertama dihasilkan
3.      Access ke keystream diketahui oleh C-channel






Referensi
-       MZA Telecoms & IT Analysts: Global cordless phone market. Press Release (August 2009)
  Karsten Nohl and Erik Tews and Ralf-PhilippWeinmann3 Cryptanalysis of the DECT Standard Cipher